HIPERTENSI
Seseorang
dikatakan hipertensi jika tekanan darah tinggi lebih Dari 140/90 mmHg . Untuk
tau kriteria batas tekanan darah:
Hipotensi : < 90/60 mmHg.
Yang normal : 90/60 mmHg – 120/80-
mmHg pada dewasa muda
90/60 mmHg- 130/85 pada orang usia lanjut >
dari 55 th
preHipertensi
: Di atas itu sampai 140/90 mmHg. Mulai hati-hati.
Hipertensi stage 1 : 140/90mmHg-160/100mmHg
Hipertensi
stage 2 : 160/100 mmHg- 180/110 mmHg
Lalu apa yang terjadi pada tubuh
jika orang itu mengalami Hipertensi.. so
complicated
1.
Beban untuk jantung.
Jantung
akan memompa lebih kuat dikarenakan menghadapi tahanan yang lebih besar.
Akibatnya otot jantung bertambah besar. Yang disebut kardiomegali. Wah bagus dunk.. ototnya besar… ? NO
·
Pada jantung, berlaku hukum sterling. Apabila otot
jantung membesar melebihi elastisitasnya maka efektifitas jantung dalam memompa
darah menjadi lemah atau berkurang.. akibatnya terjadi gagal jantung.. (
seperti balon yang ditiup terus jika sudah melebihi kapasietasnya akan pecah)
menyebabkan ketidakmampuan jantung untuk mensuplai darah ( oksigen dan nutrisi)
ke seluruh sel, jaringan, organ tubuh secara maksimal.
Jika Tekanan darah 140/90mmHg :
meningkatkan 2 kali beban jantung
Tekanan darah 160/100mmHg : meningkatkan 4
kali beban jantung
Tekanan darah 180/110mmHg :
meningkatkan 8 kali beban jantung
Waspadalah. Karena itu kontrol tekanan
darah anda secara berkala.
2.
Merusak pembuluh darah.
Pembuluh darah itu seperti selang atau saluran di
dalam tubuh, ada arteri dan vena, bagian kecilnya juga ada arteriola atau
venula, gabungan 2 pembuluh darah yang lebih kecil itu disebut kapiler.. oke
jangan bingung yaa. Sekarang Bagaimana
caranya pembuluh darah jadi rusak???
Ø Tekanan darah
kita umpamakan daya rusak sepeti mencabik.. jika pembuluh darah mendapat
tekanan yang tinggi maka dapat terjadi perubahan pada lapisannya atau disebut
deformitas. Juga mengakibatkan pembuluh darah menjadi kaku atau tidak elastis (
stenosis) tidak dapat membuka sempurna.
Bahkan apabila mendapat tekanan yang sangat tinggi maka pembuluh darah
akan pecah. Seperti kasus stroke hemoragik.
Ø Daerah
yang sering juga terkena cabikan akibat tekanan darah tinggi yaitu arteri
coroner( karena bercabang- cabang) karena itu turbulensi atau perputarannya
lebih menimbulkan daya rusak. Itulah yang disebut penyakit jantung coroner..
Ongkos
berobatnya sangaaat mahal, apalagi jika menggunakan ring atau stent untuk
membuka saluran pembuluh darah, dan by pass untuk membuat lintasan langsung
pembuluh darah ke otot jantung.
Kenapa
bisa sangat nyeri..)
Itu karena jika otot jantung tidak mendapat
suplai darah yang memadai oleh pembuluh darah arteri, maka otot jantung
mengalami iskemik( kurang oksigen dan nutrisi) lama- lama bisa mati.. tubuh
berespon menimbulkan rasa nyeri di dada kiri( daerah jantung) bisa juga si
disebut angina pectoris.
Banyak
pembuluh darah lho yang bisa dirusak tidak hanya jantung.. tetapi ginjal : pembuluh darah yang mensuplai
darah ke ginjal dirusak akibatnya terjadi gagal ginjal
Otak : tekanan darah yang tinggi bisa
menyebabkan stroke, pembuluh darah ng mensuplai darah ke otak bisa pecah,
Mata : Terjadi Retinopati Hipertensi,
pembuluh darah di mata juga bisa rusak, menyebabkan kelainan fungsi di mata.
Gejala yang
paling sering dari tekanan darah tinggi adalah sakit kepala, tapi belum tentu
juga tekanan darah tinggi selalu sakit kepala, kadang tidak ada keluhan ,
karena itu hipertensi disebut silent killer( membunuh secara diam-diam). Hati-
hati! coba dech periksa tekanan darah anda
secara berkala
Langkah –
langkah praktis menjaga tekanan darah tetap normal:
Di bagi 2 si: 1. cara non-medikamentosa: tidak pakai obat..
-
Minum air putih 2,5 liter 1 hari
-
Tidur kurang lebih 8 jam / hari
-
Makan buah, sayur (serat) yang cukup
-
Hindari atau batasi garam
-
Olahraga minimal 30 menit sehari
-
Cek tekanan darah secar berkala
-
Ga boleh terlalu stress. Santai aj.
-
Banyak berdoa. ^^
2. dengan obat-obatan anti Hipertensi:
- Sebaiknya ikutin saja apa kata
dokter anjuran minum obat anti hipertensinya.
- Lebih baik punya tensimeter
sendiri supaya bisa cek sebelum atau setelah minum obat. Kalau malah jadi hipotensi yaa jangan diminum
dulu obatnya.
-Konsultasikan keadaan tubuh anda
dengan dokter yang dapat anda percaya secara berkala.